|
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia aku mulai resah. Orang-orang disekelilingku yang pertama kali merasa resah dengan kesendiriaku tetapi aku masih belum bergeming........ Sesaat tiba-tiba kusadari aku sendiri........sendiri ditengah keramaian....... Rasa takut tiba-tiba menyergap.....Aku takut berakhir sendiri.
Ketika Kau menegurku saat ayahku sakit, aku terpana, Kau patut cemburu, aku terlalu memikirkan diriku, kebahagianku, keinginanku untuk memiliki pasangan jiwa, sesaat aku kurang memperhatikan-Mu. Kau menegurku untuk menyadarkan aku untuk lebih perhatian pada hal-hal besar lain yang telah Kau beri.....orang tua. Aku belum membahagiakan mereka dengan sungguh-sungguh. Aku mungkin terlalu egois karena selalu memikirkan keinginanku sendiri. Mungkin aku memang belum pantas Kau beri amanah lain. Kutahu saat ini yang dapat aku lakukan hanya bersyukur dan merawat dengan baik apa yang telah Kau beri....atau tepatnya Kau pinjamkan.
Aku yakin setiap permintaanku pasti akan Kau beri....Yang jadi masalah hanya waktu.....atau Kau akan memberi yang jauh lebih baik lagi dari yang kupinta...karena hanya Kau yang bisa.
Aku tahu segala sesuatunya telah Kau atur. Resahku hanyalah masalah kecil dibanding masalah dunia saat ini. Tapi salahkah aku untuk merasa resah? Terlalu cintakah aku pada pernak-pernik dunia?
|