|
Detik demi detik berlalu, berbagai peristiwa telah terjadi didalam hidupku, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Peristiwa-peristiwa itu menjadi begitu berarti karena ketika dikala sedih dan dikala bahagia kutahu ada sahabat-sahabatku yang akan selalu siap berbagi rasa denganku. Sesungguhnya sebuah persahabatan tidak dapat dinilai dari intensitas percakapan yang terjadi, juga bukan dinilai dari intensitas pertemuan mereka, karena persahabatan yang sesungguhnya adalah ketika sahabat-sahabat itu telah terikat hati-hatinya. Sebagaimana dalam doa robithah, doa yang dibaca untuk mendoakan dan menjadikan hati-hati sahabat dan hati kita bagaikan saudara, bahkan bagaikan satu tubuh.....doa yang mengikat hati-hati tiap individu dalam persaudaraan karena Allah, untuk mencari ridho Allah dan untuk beramal dan beribadah hanya karena-Nya. Sahabat yang sesungguhnya bukan berarti dia selalu memuji dan mengikuti apa kemauanmu, sahabat sejati adalah seseorang yang siap mendukungmu dan senatiasa mengingatkanmu ketika kau melakukan kesalahan, yang ketika engkau memperhatikannya maka dia akan lebih memperhatikanmu, yang ketika engkau sedih dia siap untuk menghiburmu dan ketika engkau bahagia maka dia ikut berbahagia untukmu. Namun terkadang aku bertanya-tanya, apakah aku telah menjadi seorang sahabat yang baik bagi sahabat-sahabatku? apakah aku telah mengatakan kepada mereka betapa aku telah beruntung mendapatkan sahabat seperti mereka? Bagi sahabat-sahabatku.....apabila aku belum menjadi sahabat yang baik aku minta maaf, ingatkan aku untuk bisa menjadi sahabat yang baik dan mengertimu, kemudian apabila kalian belum tahu maka saat ini aku nyatakan bahwa sesungguhnya aku begitu beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti kalian, semoga persahabatan ini langgeng dan membawa berkah, bagi kita semua.... baik didunia maupun diakhirat. Amien.
|